Showing posts with label Malingping. Show all posts
Showing posts with label Malingping. Show all posts

Lebak Selatan Dinyatakan Endemis Malaria

7:29 PM Add Comment
lebak selatan endemis malaria

wartarangkas, Kesehatan,-- Ini berita dari bantenraya.com bahwa dinyatakan dala berita tersebut bahwa 6 kecamatan yang dinyatakan sebagai endemis Malaria oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Lebak, diantarnya yaitu: Kecamatan Malingping, Panggarangan, Bayah, Wanassalam, Cihara dan Cilograng.

Sesuai dengan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Lebak bahwa ditahun ini ada 23 kasus malaria, 19 kasus diantaranya berasal dari Kecamatan Bayah.

Malaria ini adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang bernama Anopheles, memang nyamuk ini berkembang biak di lokasi lagun, sisa air laut yang menggenang, jadi daerah pesisir yang ada di Kabupaten Lebak menjadi sasaran dari nyamuk anopehles ini.

Dalam hal ini Dinkes sudah mengambil inisiatif dan memberikan kelambu yang anti nyamuk anopheles ini, yaitu pemberian kelambu yang berinsektisida sehingga warga dapat terhindar dari gigitan nyamuk malaria ini, menurut Kepala Dinkes HM. Sukirman, warga yang ada dipesisir telah diberikan masing-masing kelambu ini untuk tidur.

Selain memberikan kelambu yang berinsektisida, Dinkes juga melakukan pemasangan altosid untuk memberantas nyamuk si beberapa titik lagon dan air yang mengalir. Selain itu ada petugas yang ditugaskan untuk pelatihan di Kementerian Kesehatan RI untuk mengikuti pelatihan tentang pencegahan malaria ini.

Jadi dihimbau kepada warga yang tinggal dipesisir agar dapat menjaga kebersihan dan dapat juga mencegah penyebaran nyamuk malaria ini dengan melaporkan pada pusat kesehatan di masing-masing wilayah. Mari kita mencegah penyakit malaria ini, daripada mengobati lebih baik mencegahnya.



120 Jalur Evakuasi dibuat BPBD untuk Antisipasi Tsunami

4:06 AM Add Comment

wartarangkas,-- 120 jalur Evakuasi dibuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, di daerah pesisir pantai di Wilayah Kabupaten Lebak yang diantaranya yaitu Kecamatan Bayah, Malingping, Panggarangan, Cihara, Wanassalam, dan Cilograng.

Dengan adanya petunjuk dan tempat untuk evakuasi, ini akan memudahkan masyarakat untuk dapat berkumpul dan mengikuti jalur aman untuk menghindari bencana tsunami sejak dini. Untuk rambu jalur evakuasi sendiri dibuat di 100 titik dan 20 titik tempat berkumpul. 

Titik berkumpul itu dibuat di 6 Kecamatan, serta dibeberapa kecamatan dibangun shelter untuk evakuasi seperti di Binuangeun, dan Wanassalam, begitu juga di Kecamatan lainnya sudah dibangun.

Rencananya kedepan akan dilaksanakan simulasi evakuasi bencana, yang akan mengundang semua elemen masyarakat seperti Polri, TNI, Mahasiswa, pelajar, Pemerintah dan masyarakat.

sumber berita: bantenraya.com

Proyek Irigasi di Cilangkahan 1 Dinilai Asal-asalan

9:36 PM Add Comment

Malingping, wartarangkas-  Dalam berita yang di tulis di bantenraya.com bahwa Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Kadujajar Kecamatan Malingping, adanya kejanggalan dalam pelaksanaan pembangunan proyek irigasi di tempatnya, karena spesifikasi yang tidak sesuai menurut Utom Ketua P3A Desa Kadujajar. 

Proyek Irigasi ini memang didanai oleh APBD Provinsi Banten tahun 2015 senilai Rp. 1,64 M, dan yang mendapat tender adalah CV Nurcahya yang mengerjakan proyek irigasi pada daerah irigasi Cilangkahan 1, dalam hal ini pihak CV Nurcahya mengerjakan proyek ini sesuai dengan spek yang ada.

Menurut Musa dari CV Nurcahya bahwa pihaknya siap untuk diperiksa oleh yang berwenang sebagai penegasan bahwa pihaknya memang mengerjakan proyek tersebut sesuai dengan speknya, tapi kalau ada yang diluar spek, mari kita lakukan pengawasan dan koreksi bersama-sama mengenai proyek tersebut ke lapangan.

"Jika memang ada kesalahan teknis dilapangan mari kita sama-sama koreksi bersama, karena proyek ini demi kebaikan kita bersama" ujar Musa.

Pihak petani ingin bahwa proyek ini harus sesuai spek jangan sampai ketika volume hujan dan air yang melimpah, ketika debit air yang membludak irigasi terssebut jebol, dikarenakan yang terlihat di lapangan oleh petani bahwa yang seharunya dinding irigasi dengan tebal 30 cm ini hanya 10-15cm saja. Ini yang dikhwatirkan oleh petani, dan ini akan merugikan para petani juga.

sumber berita: bantenraya.com