Berita diambil dari harian online Banten Raya (bantenraya.com). Peristiwa-peristiwa yang terjadi yang telah diangkat melalui berita hari ini Kamis (1/10/15). beberapa berita yang terjadi di wilayah Rangkasbitung - Lebak dan sekitarnya.
Kejati Banten akan Panggil Kejari Rangkasbitung
Rangkasbitung -Berita yang pertama datang dari Kejati Banten yang meminta masalah lelang yang terjadi di Kejari Lebak Rangkasbitung. karena adanya permasalahan prosedur pelelangan yang tidak dumumkan ke publik dan menyalahi aturan yang ada.
Berita masalah pelelangan ini sudah di tayangkan kemarin pada tgl.30/9/15 bahwa, hasil pelelangan yang mencapai Rp. 70 jt tersebut tidak sesuai dengan harga pasaran, angka tersebut menimbulkan pertanyaan dan menjadi perbincangan masyarakat. Barang-barang yang dilelang seperti 7 buah unit motor, 1 unit Mobil Truk, 1 Unit Mobil Honda City, dan BBM Solar 300 Liter. Sontak saja masyarakat bertanya harga barang-barang yang disebutkan itu diperkirakan mencapai lebih dari Rp, 100 juta. Tapi mengapa hanya Rp. 70 juta saja yang disetorkan ke Kas negara.
Peristiwa ini sangat disayangkan karena terjadi kepada lembaga yang harusnya menjadi contoh buat rakyat. Lembaga yang harusnya menegakkan keadilan dan transparansi publik ternyata berbuat yang hal demikian sehingga ini mencoreng atas nama keadilan. Wajar saja bila masyarakat menuntut Ketua Kejari Rangkasbitung dapat di panggil untuk mengklarifikasi masalah pelelangan tersebut oleh Kejati Banten.
Mengenai Gas Elpiji 3Kg
Rangkasbitung- Gas Elpiji 3Kg yang beredar di masyarakat memang tidak sesuai peruntukkan, kalau saja gas 3Kg tidak dinikmati oleh masyarakat tak mampu mungkin mereka terlalu keberatan untuk membelinya karena harganya yang cukup mahal. Sehingga masyarakat yang mampu pun beralih ke LPG 3Kg sehingga kebutuhan untuk masyarakat tak mampu berkurang.
Hemat berfikir masyarakat, kenapa pemerintah tidak menambah kuota saja untuk di Kabupaten Lebak sehingga tidak ada kelangkaan untuk gas LPG 3Kg ini. Jikalau saja dalam permasalahn ini berita tersebut membaut solusi bahwa masyarakat tidak mampu harus membawa kartu khusus atau membawa kartu keluarga, mungkin saja terjadi tapi mungkin tidak lagi memudahkan tapi malah menyulitkan dan meribetkan dalam pendistribusian serta pembeliannya nanti.
PDAM Lebak Merugi Rp. 186 Juta / Bulan
Rangkasbitung- Menurut berita yang ada bahwa PDAM Lebak mengalami kerugian sebesar Rp. 186 juta per bulanya, dengan demikian PDAM akan menaikkan harga tarif air setelah adanya laporan bahwa PDAM rugi sebesar Rp. 186 juta, beberapa penyesuaian tarif terjadi pada semua kelas yang dilayani oleh PDAM sekitar 15% s/d 40%.
Dengan adanya kenaikan tarif air baru yang dikeluarkan oleh PDAM Lebak ini, sehingga PDAM tidak melulu rugi dan demi menyelamatkan Perusahaan dari kebangkrutan. Pelanggan harus maklum dengan adanya kenaikan tarif air yang baru ini, untuk menjadi catatan juga bagi PDAM apabila ada kenaikan tarif pelayanan dan kelancaran suplai air menjadi lancar pula. Jadi masyarakat berharap adanya peningkatan kualitas pada pelayanan yang telah ada menjadi lebih baik.
Demikian Review berita terkini Rangkasbitung hari ini Kamis (01/10/15), Semoga bermanfaat dan menginspirasi.


2 komentar
Write komentarterimakasih atas infonya....
ReplySama-sama.... Terus kunjungi yaa...
ReplyEmoticonEmoticon