RANGKASBITUNG – Beberapa santri Pondok Pesantren Ta’limul Muttadun sibuk setelah temannya menemukan kobaran api yang melahap kobong (kamar asrama) di Pondoknya di Kampung Kaung Caang, Desa cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur.
Peristiwa tersebut terjadi pada selasa (16/9) kira-kira pukul 23.50 waktu setempat. Untungnya saat itu mereka dapat terselamatkan, dan kobaran api tersebut tidak merembet ke perumahan yang ada didekat pondok pesantren tersebut.
Kejadian tersebut terjadi selepas pengajian bersama, seperti biasanya santri langsung menuju pondok panggung yang terbuat dari bilik bambu yang cukup sederhana. Setelah semua santri tertidur lelap. Apipun mulai melahap pondokan tersebut, seketika itu salah satu santri merasa panas dan terjaga dari ridurnya, sehingga santri yang sebanyak 27 orang itu dapat terselamatkan. Karena adanya santri yang terjaga wantu kejadian tersebut.
Ketua Ponpes Ta’limul Muttadun KH Muttidin Muhidin membenarkan bahwa santri yang belajar di ponpesnya sejumlah 27 orangdapat terselamatkan karena adanya salah satu santri yang terjaga karena panasnya api yang melahap kobong tersebut.
Kebakaran tersebut kemungkinan terjadi karena adanya korsleting kabel listrik di salah satu kobong pondok tersebut. “untung saja ada salahs atu santri yang terjaga dan dapat menyelamatkan 27 orang santri lainnya” ungkap Ketua Ponpes Ta’limul Muttadun tersebut KH. Muttidin Muhidin.
Kepala BPBD pun langsung meninjau lokasi tersebut dan menurut keterangan dari saksi mengatakan bahwa kebenaran bahwa salah satu kamar di Pondok tersebut terjasi kebakaran. Menurut Ketua BPBD Lebak Kaprawi. Dan kejadian tersebut terjadi sekitar 23.50 selasa (16/9).
Untungnya para santri dapat terselamatkan, disebabkan salah satu santri ponpes tersebut ada yang terjaga, langsung dapat membangunkan teman santri yang masih terlelap tidur,” terang Ketua BPBD, kedatangan ketua BPBD tersebut juga membawakan bantuan kepada koraban kebarakan berupa sembako kepada korban.
Sumber gambar: Banten Raya


EmoticonEmoticon